Permintaan Jus Lemon Cui Produksi DindaZiyah Café Meningkat Jelang Lebaran

Permintaan Jus Lemon Cui Produksi DindaZiyah Café Meningkat Jelang Lebaran

Kotamobagu- Jelang lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, permintaan pasar akan minuman lemon cui produksi DindaZiyah Cafe Desa Kopandakan I Kecamatan Kotamobagu Selatan, Sulawesi Utara, terus meningkat.

Hal ini dipengaruhi banyaknya konsumen yang menjadikan minuman ini sebagai alternative pengganti minuman soda untuk kebutuhan di hari lebaran. Karena selain harga terjangkau, produk ini menjadi minuman sehat yang mulai banyak dikonsumsi warga untuk menjaga imunitas tubuh ditengah pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah saat ini penjualannya meningkat sejak awal Ramadhan hingga jelang lebaran ini. Di salah satu SKPD di Bolmong, minuman sehat lemon cui ini juga dijadikan sebagai minuman THR. Ada 60 lusin yang sudah dipesan untuk THR,” kata owner minuman sehat lemon cui Suhartien Tegela, beberapa waktu lalu.

Menurut Tien sapaan akrabnya, untuk pesanan kebutuhan lebaran, pihaknya sudah menyediakan stok sekira 2500 botol. “Masih ada juga yang pesan sampai di malam takbir nanti,” ungkapnya.

Untuk harganya lanjut Tien, bervariasi sesuai kemasan. Minuman sehat lemon cui 250 ml Rp8 ribu per botol, Rp90 ribu per lusin. 300 ml Rp10 ribu per botol, Rp 115 ribu per lusin. Sedangkan untuk juice lemon cui 350 gr Rp 35 ribu, 500 gr Rp50 ribu dan 1 Kg Rp100 ribu.

“Peminatnya tak hanya warga Kotamobagu saja, ada yang dari Manado hingga Jakarta dan Batam. Nah salah satu penyebab terjadinya peningkatan penjualan ini, karena adanya sejumlah warga yang melakukan testimoni. Ternyata hasilnya bagus untuk kesehatan, seperti batuk, flu dan susah buang air besar setelah mengkonsumsi minuman ini langsung sembuh. Dan hal itulah yang disampaikan para pembeli kepada keluarga dan kerabatnya, hingga banyak pembeli,” jelasnya.

Untuk diketahui, minuman kesehatan lemon cui dihasilkan melalui sari buah lemon dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi, bebas kalori serta rendah karbohidrat, sangat baik untuk kesehatan. (*)

Komentar Facebook

Komentar

Related posts