BOLMONG POST –Terkait dengan etimologi malaria, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow (Bolmon) menggelar pelatihan untuk para petugas kesehatan yang ada di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Kegiatan dimulai Senin (02/10/2023) dan berakhir Sabtu (07/10//2023) nanti. Kegiatan tersebut pun digelar di UPTD Bapelkes Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, Julin Ester Papuling, SKM, MAP.
Dikesempatan tersebut dalam sambutan Kadis Kesehatan Bolmong, Julin E. Papuling, SKM. MAP., menyampaikan meskipun kasus malaria di Bolmong dapat ditangani dengan baik, namun dikatakan Jukin, itu masih menjadi suatu masalah di daerah yang perlu ditangani dan diberantas.Sebab dikatakan Julin, kasus malaria dinilai menjadi suatu masalah kesehatan yang dapat menyababkan kematian bagi penderita.
“Penanganan malaria untuk Kabupaten Bolaang Mongondow sudah baik. Ini dapat kita buktikan dengan presentase pengobatan standar pada 2023,mencapai seratus persen,” Kata Papuling.Lanjut Jukin menambahkan masih banyak yang harus dipenuhi dalam meningkatkan kembali pelayan terhadap masyarakat dalam penanganan Entimologi malaria.
“Kabupaten Bolaang Mongondow sudah memperoleh status eliminasi tentu harus menjaga agar kasus-kasus import yang ada tidak berujung pada indigenous,” tambah Julin.
Dikatakannya lagi, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah angka kesakitan dan kematian akibat malaria melalui kegiatan Diagnosis dini, pengobatan cepat dan tepat, pengendalian vektor yang semuanya ditujukan untuk memutus mata rantai penyebaran malaria.
“Pengendalian vektor masih menjadi salah satu program yang sangat penting dalam upaya pengendalian penyebaran penyakit . Oleh karena itu perlu peningkatan kemampuan dan ketrampilan petugas khususnya pengetahuan tentang etimologi vektor malaria,” Jelas Kadis Kesehatan.
Lebih lanjut lagi dikatakannya, pertemuan etimologi malaria bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kemampuan para petugas puskesmas.
“Analis mikroskopis malaria yang dilatih mampu untuk menegakkan plasmodium malaria dan lebih optimal di seluruh Puskesmas Kabupaten Bolaang Mongondow,” terang Julin Papuling.
(Advertorial)
BolmongPost | Cerdas Dalam Informasi BolmongPost Media Online Bolmong Raya Cerdas Dalam Informasi

