BOLMONG POST, KOTAMOBAGU – Bubur Manado atau dikenal dengan Tinutuan, oleh kebanyakan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), khususnya masyarakat Kota Kotamobagu, merupakan makanan khas. Perpaduan beras dan sayur mayur diolah menjadi satu membuat rasa Tinutuan tersebut semakin nikmat, terlebih jika di sajikan disaat musim penghujan rasanya kian enak dan jelas saja Tinutuan bisa jadi solusi pelepas lapar.
Tak pelak banyak warga Kota Kotamobagu hingga saat ini berjualan makan tersebut, bahkan dierah milenial saat ini Tinutuan tak tersingkirkan oleh berbagai makanan jaman Now, karena selain enak Tinutuan juga mengandung banyak vitamin serta kaya serat yang jelas menyehatkan tubuh.
Seperti halnya Wahyuni Baba, atau Mama IL, salah satu warga kelurahan Biga yang berjualan Tinutuan kurang lebih 10 tahun ini, saat dikonfirmasi Senin (29/4/2019) siang tadi, menyampaikan bahwa Tinutuan masih menjadi makanan yang terus dicari warga Kotamobagu, sebab kurun waktu 10 tahun berjualan dirinya masih mampu meraup keuntungan bersih kurang lebih dua ratus lima puluh ribu rupiah (250.000) perhari. Bahkan dengan berjualan Tinutuan dirinya mampu menyekolahkan tiga ankanya.
” Tinutuan masih terus menjadi makanan primadona bagi masyarakat Kotamobagu, terlebih disaat musim penghujan. Banyak warga Kotamobagu yang setiap hari makan di warung saya, dengan penghasilan kurang lebih 250.000 perhari Alhamdulilah dengan hasil berjualan Tinutuan saya bisa menyekolahkan anak saya. Namun meskih begitu kami juga sangat berharap kiranya mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kotamobagu (Pemkot), kiranya Pemkot dapat membantu kami pelaku usaha kecil agar dapat memberikan tempat atau lokasi yang layak untuk kami berjualan. “Ujar Yuni. (S)
BolmongPost | Cerdas Dalam Informasi BolmongPost Media Online Bolmong Raya Cerdas Dalam Informasi