Pemkab Bolmong Sambut Kedatangan Menteri Desa PDTT RI

Menteri Desa disambut dengan Proses Adat Mongondow

BOLMONG POST,LOLAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) Kamis (12/4) siang tadi, bertempat di Restoran Detalaga menyambut kedatangan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertingal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia (RI)  Eko Putro Sandjojo, yang melakukan kunjungan kerjanya di Kabupaten Bolmong.

Bupati Bolmong Saat Bersama Dengan Menteri Desa

Kedatangan Menteri tersebut disambut langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow Dra Yasti Supredjo Mokoagow, dan ursur Forkompinda bersama seluruh perangkat jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab  Bolmong. Dalam kegiatan tersebut Bupati melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (PRUKADES).  Bupati Bolmong pada sambutanya memaparkan berbagai potensi yang dimiliki kabupaten Bolmong.

Bupati Dra Yasti Supredjo Saat Memberikan Sambutan di Depan Menteri Desa

“ Kabupaten Bolmong ini terdiri dari 200 Desa dan 2 Kelurahan, luas wilayah Kabupaten Bolmong sendiri merupakan wilayah terluas di Provinsi Sulut yang hampir 30 persen luas wilayah Provinsi adalah Bolmong. Daerah Bolmong sangat kaya dengan kekayaan alam, luas wilayah tanaman padi kita 29 ribu hektar, luas wilayah lahan jagung kurang lebih 80 ribu hektar, kita punya holtikultura hampir 7 ribu hektar, kita punya kelapa, Kakao, Kopi kedelai, penghasil kelapa terbesar di sulut masih Bolmong, kita lumbung beras untuk Provinsi Sulut, Jagung kita jagung Bolmong tapi di cap Gorontalo,” ujar Bupati.

Selain itu kata Bupati, ada beberapa potensi besar diantaranya pariwisata, yang belum tergarap karena keterbatasan anggaran. “Karena itu dengan kehadiran Pak Menteri hari ini, diharapkan dapat membawa angin segar bagi seluruh rakyat Bolmong,” harap Bupati.

Selain itu, Bupati juga sempat mempertanyakan turunnya anggaran dana Desa untuk tahun 2018, padahal 200 desa di bolmong membutuhkan anggaran yang lebih besar untuk pembangunan infrastruktur dan jalan pertanian.

“Saya heran pak Menteri, kenapa tahun 2018 ini Dandes di Kabupaten Bolmong turun, padahal desa-desa di Bolmong sangat membutuhkan, mengingat satu desa di sini sama dengan luas 1 kecamatan yang ada di pulau jawa. sebenarmya 1 miliar itu kurang untuk pembangunan infrastruktur di setiap Desa. Pemkab sudah siap dengan ADD 10 persen untuk desa sebagaimana yang di persyaratkan dalam undang undang, untuk membangun daerah dari desa sebagaimana visi misi pak Presiden,” kata Bupati sembari menanbahkan bahwa mulai tahun 2018, dalam pengelolaan Dana Desa, Bolmong sudah menerapkan Sistem keuangan Desa (SISKEUDES).

Menteri Desa Saat Memberikan Sambutan

Detempat yang sama Menteri juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan jajarannya atas keseriusan dalam pengelolan dana Desa termasuk penerapan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES).

“Yang pertama, saya akan memberikan bonus untuk 10 BUMDes terbaik di bolmong masing-masing 50 juta, ini untuk memberikan motivasi, dalam pengelolaan BUMDes agar lebih baik lagi” ujar Sandjojo.

Pada kesempatan itu, menteri mengatakan, bahwa penggunaan Dana Desa agar dipakai untuk padat karya tunai tidak boleh lagi menggunakan kontraktor namun dilakukan secara swakelola dan 30 persen untuk membayar upah kepada masyarakat.

Menteri berharap, para kepala desa juga memiliki inisiatif terhadap penggunaan dana desa yang berjumlah miliaran. ia mencontohkan pengelolaan BUMDes di desa ponggok dengan memanfaatkan kolam untuk snorkling sehingga memberikan pendapatan hingga miliaran terhadap desa tersebut.

Sementara terkait turunnya anggaran Dana Desa di Bolmong tahun 2018, Menteri menjelaskan bahwa ini ada perubahan pembagian, dan daerah yang dianggap desanya sejahtera, masuk dalam pembagian yang 80 persen.

”Memang tahun ini dana desa turun, Dandes tahun lalu itu 90 persen di bagi rata 10 persen untuk alokasi desa tertinggal. Tahun ini 80 persen dibagi rata sisanya 20 persen dialokasikan ke Desa Desa yang masih sangat tertinggal,” kata Eko.

Ia berharap, tahun depan anggaran dana desa mengalami kenaikan. “Mudah-mudahan tahun depan anggaran Dana Desa mengalami kenaikan, namun saya percaya, dengan dipimpin oleh bupati yang luar biasa ini, kabupaten Bolmong bisa menjadi kabupaten nomor satu,” Jelasnya.

Buapti Bolmong Saat Melakukan Penandatanganan Naskah kesepahaman program Produk unggulan Kawasan perdesaan

Kegiatan ini dikanjutkan dengan penandatanganan Naskah kesepahaman program Produk unggulan Kawasan perdesaan (PURKADES) bersama dua perusahan yakni Rangga Fajar Mubaran selaku Direktur PT Aruna Jaya Nusantara dan Iwan Winardi selaku Direktur Pemasaran PT Eruiting Indonesia. Penandatangan itu dalam bentuk perjanjian kerjasama Bumdes.

Para Pimpinan SKPD dan Tamu Undangan Lainnya

Diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Kota Kotamobagu Muhammad Rudi Mokoginta, Sekda Bolmong Tahlis Gallang, Kapolres Bolmong, Dandim 1303 Bolmong, Ketua DPW PKB Greety Tielman, Ketua PKB Kotamobagu Jusran Debby Mokolanud, para Kepala SKPD di lingkup Pemkab Bolmong, Camat dan para Kepala Desa di Bolmong. (ADVE)

 

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Pemkot Kotamobagu Terima Opini WTP ke -13 Dari BPK RI

KOTAMOBAGU – Komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *