Tingkatkan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Pemkot Kotamobagu Kerjasama Dengan Bank Indonesia

BOLMONG POST,KOTAMOBAGU – Dalam rangka peningkatan  Klaster Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Nanas, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu,bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI). Kerja sama ini ditandai dengan pemandatanganan MOU (Memorandum of Understanding ) oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara, Bapak Soekowardojo  dan Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara, dihadapan Kepala Dinas Pertanian, instansi  serta para  Ketua dan anggota Kelompok UMKM yang ada di Kota Kotamobagu, yang dilaksanakan di hotel Sutan Raja Kotamobagu  (12/7) siang tadi.

Walikota Kotamobagu dalam penyampaiannya mengatakan dengan kerja sama ini,  mari kita sambut positif dan memberi apresiasi  pihak Bank Indonesia ini. Karena  dengan adanya kerja sama  dengan pihak Bank Indonesia (BI) ini tentunya  dapat meningkatkan produk komoditi Nenas yang ada di Kotamobagu. “Ini merupakan kebahagiaan  tersendiri untuk masyarakat Kotamobagu terutama bagi Kelompok Petani Nenas. Dan insyaallah dengan adanya ini juga dapat meningkatkan produk Nenas yang ada di Kotamobagu.”Kata Tatong Bara.

Kesempatan ini juga Walikota kotamobagu sedikit memaparkan terkait keberadaan Nenas di Kota Kotamobagu dimana, untuk luas areal perkebunan Komoditi Nenas  di Wilayah Kotamobagu berjumlah   126,5 hektar dengan produksi pertahun mencapai 2.530.000 biji Nenas pertahun. Dengan kehadiran pihak Bank Indonesia untuk menyentuh tiga kelompok tani Nenas , ini juga merupakan kegiatan yang baru oleh petani yang tadinya baru dalam sebatas komoditi,  nantinya akan dirubah dalam produk turunannya.

“Insyaallah dengan kehadiran Bank Indonesia melalui bantuan ini, petani akan mendapatkan nilai ekonomi yang semakin baik. Mari kita jaga kepercayaan Bank Indonesia semoga menjadikan nilai tambah perekonomian masyarakat Kotamobagu.” Ungkap Walikota Tatong Bara.

Sementara itu Bapak Soekowardojo selaku Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara mengatakan Nanas Kotamobagu ini mempunyai cita rasa yang menurut kita adalah terbaik. Disini nantinya kita sentu aspek produksinya , kalau produksi sudah sesuai standar baru kita tingkatkan kepada lainnya.

“Kalu memang produksinya sudah sesui stantar, baru kita tingkatkan kepada pengolahan atau pasca panen kemudian kita lihat peluang pasarnya. Kita coba bantu sebab sudah ada investor yang sudah melirik, tinggal melihat bagaimana realisasinya.” Kata Soekowardojo.

Diketahui , pada tahun sebelumnya pihak Bank Indonsia (BI) juga sudah bekerja sama dengan pemerintah Kotamobagu, dengan membantu Tiga Kelompok UMKM komoditi Kopi diantaranya Kopi Dinodok yang saat ini sudah menjadi salah satu Icon di Kota Kotamobagu. (ADVE).

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

Pembabatan Hutan di Moat Diduga Ilegal, Nama JT Alias Jhon Mencuat

BOLMONG TIMUR – Dugaan pembabatan hutan kembali mencuat setelah muncul informasi baru dari lapangan. Seorang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *