Pemkot Bahas Dampak Kemcetan Lalin Area MABM

Pemkot Bahas Dampak Kemcetan Lalin Area MABM

BOLMONG POST,KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Perhubungan (DIshub) saat ini mulai membahas dampak kemacetan Lalu Lintas (Lalin) di sekitar area Masjid Agung Baitul Makmur (MABM) Kota Kotamobagu. Hal ini menyusul digelarnya Focus Group Discussion (FGD) analisis dampak lalu lintas (andalalin) di MABM Kotamobagu, tepatnya di Sapadia Hotel Rabu (04/12/2019) pagi tadi.

“Lewat forum ini, kita akan membahas secara menganalisa dapak kemacetan lalu lintas di sekitar MABM, begitu masjid ini diresmikan nanti,” ucap Sekda Kotamobagu Ir Sande Dodo MT, dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut.

Pada acara yang ikut dihadiri oleh pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotamobagu tersebut, Sande menambahkan, pihaknya telah memikirkan sejumlah solusi, untuk mengatasi potensi kemacetan, yang bisa saja terjadi, di sekitar arela masjid tersebut, terlebih ketika ada kegiatan besar keagamaan, seperti Sholat Idul Fitri dan Idul Adha, maupun kegiatan besar lainnya. “Ada Satuan Ruang Parkir (SRP) yang bisa disiapkan, serta blok-blok parkir untuk bisa sedikit mengurai penumpukan kendaraan di arel jalan ahmad yani, di sekitar MABM,” tambahnya.

Usai kegiatan, Sande kepada wartawan mengatakan kalau berkembang dalam diskusi, jumlah jamaah yang bisa masuk ke dalam masjid terbesar di wilayah Bolaang Mongondow Raya tersebut, dapat mencapai 5.000 orang, dimana, dengan asumsi 4 orang jamaah menaiki 1 kendaraan, sehingga terdapat sekira 700 kendaraan yang membutuhkan ruang parkir, dalam sebuah momentum hari besar keagamaan. “Nah, dalam diskusi tersebut berkembang, jumlah tersebut bisa saja bertambah, sebab asumsi 5.000 jamaah itu hanya di dalam masjid saja, dan belum dihitung dengan jamaah yang bisa saja memakai badan jalan ahmad yani ketika perayaan hari besar keagamaan nanti,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Sande mengatakan pihaknya ikut membahas adanya blok parkir tambaha, seperti di ruas jalan Bumbungon, kantor Walikota, serta kantor-kantor sekitar. “Prinsipnya, kita akan merumuskan sebuah strategi untuk bisa mengurai kemacetan di areal MABM tersebut, dimana hal tersebut ikut dianalisa oleh tenaga ahli yang hadir dalam forum itu,” paparnya. (AM)

Komentar Facebook

Komentar

Related posts