BOLMONG POST -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) selasa (21/09/2021) menggelar Focus Group Discusion (FGD) III (Laporan Akhir) Kajian Kesenian Tradisional Kabupaten Bolaang Mongondow.
Dilaksanakannya kegiatan FGD tersebut, diharapkan akan adanya masukan, saran dari para peserta, sebagai langkah penyempurnaan dan mempertahankan adat budaya yang ada di tanah Totabuan
Dalam kesempatan tersebut, Asisten III Sekda Bolaang Mongpondow , Drs. Ashari Sugeha dalam sambutanya menyampaikan apresiasinya terhadap ide dan gagasan yang dilakukan Bappeda dalam rangka melakukan kajian serta revitalisasi kesenian tradisional yang kondisinya saat ini sudah semakin kurang diminati oleh masyarakat terutama generasi muda.Bahkan dikatakan Asisten III Seda Bolmong, kuatnya arus globalisasi teknologi saat ini, banyak kawula muda yang sudah tidak mengetahiui asal usul kesenian tradisional yang ada di Bolaang Mongondow (Bolmong).
“Kuatnya arus globalisasi dan teknologi informasi yang terjadi sekarang ini menyebabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai kebudayaan yang ada di masyarakat indonesia termasuk kebudayaan dan kesenian tradisional bolaang mongondow”. Ucap Asisten III Setda Bolmong, Drs Ashari Sugeha.
Lanjut Asisten III Setda Bolmong, dirinya berharap peserta yang hadir dapat mengikuti dengan baik kegiatan yang dilaksanakan dan dapat berpartisipasi aktiv guna penyempurnaan hasil kasjian kesenian tradisional, sehingga rekomendasi-rekomendasi yang di hasilkan merupakan hasil dari diskusi panjang dari seluruh stakeholder yang terlibat.“Sehingga diharapkan semua rekomendasi hasil kajian kesenian tradisional ini apabila dilaksanakan oleh masing-masing perangkat daerah dengan konsisten dan berkesinambungan akan mampu menjawab problematika kesenian tradisional kabupaten bolaang mongondow.” Tutupnya.
Kapala Bappeda Bolmong, Ir. Taufik Mokoginta saat penutupan kegiatan menyampaikan beberapa hal penting beserta harapannya agar semua rekomendasi yang lahir dari FGD tersebut bisa di realisasikan dalam program kegiatan tahun 2022.
“Karena Pelestarian kesenian tradisional kabupaten bolaang mongondow merupakan tanggungjawab pemerintah dan kita semua masyarakat yang lahir dan tinggal di kabupaten bolaang mongondow dalam rangka menjaga eksistensi dan jati diri masyarakat bolaang mongondow dalam bidang kebudayaan,” kata Kepala Bappeda Bolmong.Hadir sebagai narasumber Tokoh Budayawan dan Pemerhati Budaya, Chairun Mokoginta, SE dari Lembaga Kajian Warisan Budaya Bolaang Mongondow Raya (LKWBBM) Kabupaten Bolaang Mongondow, mewakili OPD terkait, Para camat dan Tokoh/pemerhati budaya dari masing-masing kecamatan di Kabupaten Bolaang mongondow.
Perlu diketahui juga, FGD III kali ini seluruh peserta terlihat antusias untuk menyampaikan berbagai masukan dan saran yang disampaiakan kepada narasumber dan Bappeda untuk dimasukan dalam rekomendasi laporan akhir nanti. (*)
BolmongPost | Cerdas Dalam Informasi BolmongPost Media Online Bolmong Raya Cerdas Dalam Informasi