Bentuk Protes Ke Pemerintah, Pemuda Gogagoman Hentikan Proses Pembagunan Bazaar Ramadhan

Bentuk Protes Ke Pemerintah, Pemuda Gogagoman Hentikan Proses Pembagunan Bazaar Ramadhan

20160625_162649

BOLMONGPOST.COM KOTAMOBAGU—keberadaan Bazaar Ramadhan tahun ini  Mengundang  perseturuan  Di antara pemerintah kota dengan pemuda kel gogagoman, bagaimana tidak, bazaar ramadhan yang dulunya di kenal dengan pasar senggol sejak tahun 1986 dikelolah oleh pemuda kel gogagoman,Namun tahun ini 2016 Di ambil alih oleh  pemerintah tanpa melibatkan pemuda kel gogagoman itu sendiri.

Hal inilah yang menjadi dasar penolakan pemuda kel gogagoman atas keberadaan bazaar ramadhan yang di kelola oleh pemerintah,

Seperti terlihat Sabtu (26/6) ratusan pemuda kel gogagoman menghentikan proses pembangunan pasar senggol atau bazar ramadhan , yang berada di jalan, Ibolian, Bogani dan Bumbungon Kelurahan Gogagoman.

Sofian Bede selaku pemuda gogagoman saat di temui dilokasi pembangunan Bazaar Ramadhan Mengatakan Penolakan tersebut, terkait tidak dilibatkannya peran pemuda kel gogagoman dalam pengelolaan pasar senggol tahun ini.”ini sangat memiriskan, sebab hampir 30 tahun kegiatan bazaar Ramadhan ini selalu dikelolah oleh pemuda Gogagoman, namun pemerintah masih ngotot mengambil alih pasar senggol, ini seperti pelecehan terhadap pemuda dan masyarakat Gogagoman” Kata Sofian

“Dengan dikelolahnya pasar senggol oleh pemuda kata Sofian,  otomatis dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat, Karena mereka diberi gaji oleh panitia” terangnya

Untuk itu kita meminta agar pemerintah Kotamobagu dapat mempertimbangkan permintaan pemuda Gogagoman untuk dilibatkan dalam pengelolaan pasar senggol. “kami tetap akan menolak sebelum  Walikota Kotamobagu, Tatong Bara mengunjungi masyarakat dan pemuda secara langsung dan membahas ini” Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop PM), Herman Aray mengatakan, pihaknya akan melaporkan persoalan tersebut ke Walikota Kotamobagu. “Tuntutan mereka bahwa jalan Bumbungon dan Bogani, pemuda yang kelolah, tapi sesuai SK pemerintah yang kelolah, namun kami akan sampaikan dulu ke Walikota apa yang menjadi tuntutan mereka” ujar Aray.

Meski sempat memanas, aksi unjuk rasa yang berlangsung selama satu jam tersebut, berjalan dengan aman dan mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian Polres Bolmong,  Satpol PP Dan Beberapa petugas Dari Kodim 1303 Bolmong.(RA)

Komentar Facebook

Komentar

Related posts