BOLMONG POST, -Dana Rupiah, platform Fintech Peer to Peer (P2P) Lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salurkan kredit produktif kepada 200 petani jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow.
Kredit produktif ini bagian dari diversifikasi pengembangan usaha Dana Rupiah dari cashloan, serta wujud komitmen Dana Rupiah dalam perluasan akses keuangan masyarakat sejalan dengan revolusi industri.
Presiden Direktur (CEO) DanaRupiah, Entjik S. Djafar mengatakan keberadaan platform Fintech Lending merupakan salah satu solusi meningkatkan akses pendanaan masyarakat selain dari lembaga keuangan formal.
“Kredit produktif bagi 200 petani jagung di Bolmong ini juga merupakan diversifikasi usaha Dana Rupiah kesektor produktif yang sebelumnya banyak di sector cashloan. Melalui Fintech Lending, proses ringkas, cepat, dan transparan membuat proses pemberian kredit menjadi lebih mudah dan dapat mempercepat pemerataan penyaluran kredit di Tanah Air,” kata Entjiksaat acara penyerahan kredit produktif di Desa Mogoyunggung, Kamis (4/7/2019).
Dana Rupiah akan menyalurkan kredit produktif kepada 200 petani jagung di Bolmong. Setiap petani mendapatkan kredit produktif senilai Rp7,5 juta berupa pembiayaan penyediaan bibit dan pupuk selama empat bulan masa tanam.
Dimana, Dana Rupiah menggandeng PT Karya Bangun Informasi (KBI) sebagai mitra setempat yang memberikan data petani penerima kredit, juga menjamin ketersediaan bibit dan pupuk. KBI telah melakukan integrasi teknologi Application Programming Interface (API) data petani dengan platform Dana Rupiah.
Pendanaan dari Dana Rupiah ini, juga sudah dilengkapi asuransi gagal panen dari mitranya yakni Asuransi Jasindo. Dengan demikian akan mengurangi risiko dari kondisi yang tidak diharapkan.
Kotamobagu dan Kabupaten Bolmong merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbesar di negeri ini. Potensi peningkatan produksi di Kotamobagu pun masih cukup besar, namun peningkatan produksi tersebut tentu membutuhkan sumber pendanaan.
“Kami harapkan dengan kredit produktif dari Dana Rupiah ini mampu mendorong produksi petani jagung, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu juga dapat meningkatkan sirklusi keuangan masyarakat yang belum terjangkau akses perbankan,” ucap Entjik.
Sementara itu, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow diwakili Asisten II Setdakab, Ir. Yudha Rantung, dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Bolmong, yang dari dulu hingga sekarang dikenal dengan daerah lumbung berasnya Sulut, mempunyai potensi unggulan dalam bidang pertanian, perikanan dan kelautan, perkebunan, peternakan dan bidang pertambangan, serta sektor pariwisata.
“Dalam rangka mempertahankan swasembada pangan berkelanjutan, mulai tahun 2015 lalu pemerintah lewat dinas pertanian telah melaksanakan program upaya khusus yang di antaranya upaya tanaman jagung,” kata dia.
Diinformasikan juga, program upaya khusus untuk jagung itu, di tahun 2018 lalu, secara keseluruhan dengan luas tanam 106.817 hektare, luas panen 90.997 hektare yang ampu menghasilkan 410.980 ton jagung kering.
Dia berharap, produktivitas panen jagung lebih meningkat lagi, dan mampu mencapai target swasembada jagung. (S)
BolmongPost | Cerdas Dalam Informasi BolmongPost Media Online Bolmong Raya Cerdas Dalam Informasi
