KOTAMOBAGU-Suasana apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu, Kamis (23/7/2026), berlangsung berbeda dari biasanya. Para aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti apel sempat dibuat terkejut ketika Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., memimpin apel sekaligus menyampaikan amanat sepenuhnya menggunakan Bahasa Mongondow.
Keunikan tersebut sontak menarik perhatian peserta apel. Meski diawali dengan rasa terkejut, para ASN tampak antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap bahasa daerah yang kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia.
Mengawali amanatnya, Sahaya S. Mokoginta mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat melaksanakan tugas sebagai aparatur pemerintah.Dalam amanatnya, ia juga mengingatkan bahwa bulan Agustus merupakan bulan yang memiliki makna istimewa, bukan hanya karena menjadi bulan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Bolaang Mongondow.
Selain itu, Sahaya menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan Pemerintah Kota Kotamobagu di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Weny Gaib, Sp.M. dan Wakil Wali Kota Rendy V. Mangkat, S.H., M.H. dalam memperjuangkan pengakuan Tarian Dana-Dana dan Bahasa Mongondow sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia.Ia mengajak seluruh ASN untuk menjadi teladan dalam menjaga, menggunakan, dan melestarikan Bahasa Mongondow, baik di lingkungan kantor, sekolah, maupun dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
Menjelang akhir amanatnya, Sahaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang hadir mengikuti apel pagi dan berharap semangat disiplin serta kebersamaan terus dipertahankan dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Suasana apel semakin semarak ketika Komandan Apel menutup kegiatan dengan laporan menggunakan Bahasa Mongondow, “Apel aidon nopalut” (Apel telah selesai), yang langsung dijawab oleh pimpinan apel dengan ucapan “Pobuidon” (Kembali ke tempat). Jawaban tersebut disambut senyum dan tawa para peserta karena menjadi penutup apel yang unik sekaligus penuh makna.
Pelaksanaan apel pagi menggunakan Bahasa Mongondow ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam melestarikan bahasa daerah sebagai identitas budaya masyarakat Bolaang Mongondow. Langkah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa ibu sekaligus memastikan Bahasa Mongondow tetap hidup, digunakan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.(*)
BolmongPost | Cerdas Dalam Informasi BolmongPost Media Online Bolmong Raya Cerdas Dalam Informasi