Semangat Kemerdekaan di Masa Pandemi

BOLMONG POST– Senyum gembira tersunging dari wajah para anak bangsa yang ada di tanah Totabuan ketika mendengar kabar menjelang perayaan hari kemerdekaan, kabar yang bergelora diantara langit  bumi pertiwi dan rindu disambut para anak negeri dengan berbagai kegiatan untuk menghargai jasa para pahlawan pembela bangsa.

75 tahun sudah  bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, setelah melewati berbagai rintangan dan cobaan, banyak tenaga, harta, bahkan nyawa para pahlawan terengut demi merebut serta mempertahankan kesatuan NKRI hingga saat ini.

Teriakan hormat seluruh anak bangsa bergema saat bendera merah putih dikibarkan, ribuan peserta upacara mengikuti pelaksanaan upacara bendera yang digelar di seluruh daerah negeri tercinta. Berbagai acara kenegaraan dilaksanakan, serta berbagai lomba jadi penghibur di sertiap moment 17 Agustus tiba.

Namun semua itu kini berubah, Indonesia kembali di uji. Pandemi  Covid -19 menyerang seluruh dunia, tak terkecuali ibu pertiwi. Banyak tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan meregang nyawa. Bahkan sampai detik ini berdasarkan data terbaru ada 155 ribu warga yang terpapar  virus Covid -19 di Indonesia.  111 ribu diantaranya dinyatakan sembuh, dan ada 6,759  meninggal dunia.

Oleh sebab itu virus Covid -19 sekejap merubah tatanan kebiasaan masyarakat dan Pemerintah. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah untuk mencegah meluasnya penyebaran virus tersebut, berbagai sosialisasi terus dilakukan pada seluruh masyarakat terkait bahaya covid -19,  Pemerintah juga melakukan revocusing anggaran secara besar- besaran guna untuk penanganan Covid di seluruh daerah di ibu pertiwi.

Langkah tersebut juga turut dilakukan oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), dimana di tahun 2020  hampir seluruh kegiatan yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lingkup Pemkab Bolmong di refocusing untuk penanganan Covid -19. Berbagai bantuan dikucurkan Pemkab Bolmong pada masyarakatnya, mulai dari bantuan ketersedian pangan hingga bantuan langsung tunai terus diberikan Pemerintah selama sembilan bulan kedepan.

17 Agustus tahun 2020 ini menjadi catatan sejarah  dimana protokol kesehatan Covid -19 harus tetap diterapkan, sehingga  peserta upacara tak lagi sebanyak dulu. Tak ada lagi lomba menghiasi hari proklamasi, kegiatan bertatap muka pun kadang digelar. Video Confrece jadi solusi masyarakat melepas rindu yang menyayat hati. Namun meskih begitu tak menyurutkan niat para anak bangsa dalam mengibarkan sang saka merah putih di langit ibu pertiwi.

Seperti halnya di kabupaten Bolmong, daerah yang di pimpin oleh Bupati Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, dan Yanni R Tuuk, tersebut tetap melaksankan upacara bendera demi menghargai jasa para pahlawannya, dengan bermodalkan anggota paskibraka tahun 2019 yang berjumlah delapan orang, mereka berhasil mengibarkan bendera merah putih di langit tanah Totabuan.

” Sebagai anak bangsa kita patut menghargai jasa para pahlawan, mereka rela mengorbankan harta dan jiwa raga mereka demi merebut kemerdekaan. Oleh sebab itu kita sebagai penerus bangsa agar tidak melupakan jasa pahlawan kita, mari kita bekerja keras,bekerja cerdas untuk memakmurkan Indonesia  sebagaimana harapan para Pahlawan kita,”ujar Bupati Bolmong

Pelaksanaan upacara HUT RI tahun ini sangat berbeda dari pelaksanaan upacara di tahun sebelumnya, namun kami berharap Covid – 19 kedepan dapat teratasi. Jangan biarkan Covid membunuh semangat kita.

“Mari kita tetap terus semangat, jangan biarkan Covid membunuh semangat kita, semoga dengan dukungan masyarakat dengan terus menerapkan hidup sehat Covid -19 akan dapat teratasi, sehingga supaya dalam memaknai kemerdekaan kita kedepan  bisa lebih khusyu, gegap gempita seperti tahun – tahun sebelumnya,” jelas Bupati.

Ditempat terpisah  Zulfadli Binol, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemkab Bolmong  saat dimintai tanggapan  menyampaikan bahwa peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ini merupakan momentum atau puncak untuk menunjukan bahwa Indonesia itu beraneka ragam. Meskih saat ini masih diselimuti pandemi Covid -19 dan upacaranya mengikuti protokol kesehatan, tapi tidak mengurangi nilai- nilai proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

” Upacaranya berjalan dengan baik, hanya pesertanya yang terbatas. Kehidupan harus tetap berjalan meskipun pandemi terus menghantui, peringatan kemerdekaan tetap dijadikan momentum agar tetap optimis dan semangat kedepan. Jangan biarkan Covid mengubur jiwa patriotisme kita, karena kita saat ini bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan para pahlawan pejuang  kita dahulu,”tutur Binol.

“Kemerdekaan diera pandemi ini membawa rasa benci dan syukur, benci karena hampir seluruh aktivitas kita terbatas, bahkan bersilaturahmi bersama keluargapun terbatas, Kita dilarang bepergian, dilarang menggelar hajatan bahkan beribadah di rumah ibadah pun sempat dilarang. Namun saya juga bersyukur karena dengan keterbatasan itu kita memahami apa arti dari silaturahmi dan kebersamaan, dulu tak saling rindu sekarang rindunya begitu menggebu. Dulu kita jarang sholat atau beribadah di rumah, sekarang kita harus belajar bagimana kita memimpin sholat atau ibadah di rumah masing -masing,”tambah Binol.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Bolmong  Renti Mokoginta, dirinya mengaku bangga karena meskih tak semeriah dulu pelaksanaan upacara HUT RI tersebut dapat berjalan dengan baik dan penuh hikmad meskih di masa pandemi.

“Saya tetap merasa bangga karena upacara bendera perayaan HUT ke -75 RI tersebut berhasil di gelar meskih dimasa pandemi. Bermodalkan delapan orang anggota paskibraka tahun 2019, Sang saka merah putih berhasil dikibarkan. Bagi saya pribadi moment upacara tersebut menjadi upacara yang paling bersejarah,” kata Renti.

Selain itu juga Renti menambahkan bahwa Masyarakat Bolmong memang tidak mengikuti upacara yang di gelar oleh Pemkab Bolmong, namun dalam mengisi hari kemerdekaan mereka juga memiliki cara masing -masing untuk menghargai hari proklamasi tersebut, dimana dengan menyaksikan upacra melalui Virtual mereka pun turut dalam perayaan HUT RI tersebut.

“Banyak masyarakat Bolmong mengisi kemerdekaan dengan menyaksikan upacara melalui virtual, mereka berdiri tegak dan menghentikan seluruh aktivitasnya selama tiga menit pada pukul 10:17 WIB guna menghargai perjuangan para pahlawan bangsa,tentunya dengan itu kita dapat menilai bahwa semangat patriotisme mereka masih tetap membara. Jadi meskih dimasa Pandemi tak mampu membunuh rasa kecintaan mareka terhadap para pahlawan pembela bangsa dan tanah air tercinta, “jelas Renti.

Berbeda juga dilakukan oleh beberapa pemuda pecinta alam yang ada di Bolmong, memaknai 17 Agustus tahun 2020 ini mereka juga menghentikan aktivitasnya semabari memberi hormat dari atas bukit. Kepada Bolmong Post, Fitra Saleh (23) mengatakan bahwa mereka juga melakukan penghormatan dengan sikap sempurna selama tiga menit dari atas bukit gunung Ambang pada tanggal 17 Agustus lalu.

“Sebagai anak bangsa kita wajib menghormati jasa para pahlawan meskih dimanapun kita berada,entah itu di kota ataupun di hutan, berdiri dengan sikap sempurna selama tiga menit itu hal yang biasa dan bukan apa-apa. Dibandingkan dengan mereka yang berjuang mengorbankan harta, keluarga, bahkan nyawa mereka demi kemerdekaan. Sebagai generasi penerus bangsa kita harus kuat meskih negara kita sedang ‘sakit’. Oleh sebab itu tetap ikuti anjuran Pemerintah dengan menerapkan pola hidup sehat, agar kita dan keluarga kita dapat terus terhindar dari virus Corona Covid -19 yang melanda Dunia dan Negeri tercinta. Merdeka, ” terang Fitra.

Penulis : Sandi Parasana

 

 

Komentar Facebook

Komentar

Baca Juga

LAN Muba Gruduk Petro Muba, Kantor Pemkab Muba Desak Evaluasi Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat

LAN Muba Gruduk Petro Muba, Kantor Pemkab Muba Desak Evaluasi Tata Kelola Sumur Minyak MasyarakatSEKAYU, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *