BOLMONG POST — Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota-Kotamobagu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD pada hari senin 1/9/ 2025.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, khususnya dalam sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan Perlindungan anak dan perempuan.
Dengan membawa spanduk, poster, serta berorasi secara bergantian, para mahasiswa menuntut agar para wakil rakyat mendengar aspirasi mereka. Salah satu tuntutan utama adalah penolakan terhadap kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan di tiap rumah sakit, serta lapangan pekerjaan.
Desakan ini agar pemerintah pusat serta DPRD segera mengevaluasi kebijakan tersebut.
“Kami hadir di sini karena suara kami tidak pernah didengar. Pendidikan semakin mahal, pelayanan kesehatan tidak maksimal, rakyat semakin susah, sementara para elit semakin nyaman dengan kebijakan yang dibuat,” ujar koordinator aksi.
Aksi ini berlangsung sejak pukul 12,00 wita,dan langsung di terma oleh ketua DPRD kota-Kotamobagu Bpk Adrianus Mokoginta serta 24 anggota yang hadir,mereka juga sempat menuntut agar semua anggota dewan harus hadir saat itu.
Aksi ini sempat menyebabkan kemacetan di sekitar gedung DPRD Kotamobagu, Aparat kepolisian di pimpin langsung oleh Bpk kapolres Irwanto, Anggota kepolisian terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan aksi tetap berlangsung damai.
Sekitar pukul 15,00 perwakilan mahasiswa diterima di dalam gedung oleh ketua dan anggota DPRD untuk melakukan audiensi. Mereka menyerahkan pernyataan sikap tertulis yang berisi sepuluh tuntutan utama yang harus segerah di tindak lanjuti.
Hingga berita ini diturunkan, aksi berjalan tertib, Mahasiswa menyatakan akan terus melakukan aksi lanjutan jika tidak ada tindak lanjut nyata dari pihak DPRD.
(Stenly)
BolmongPost | Cerdas Dalam Informasi BolmongPost Media Online Bolmong Raya Cerdas Dalam Informasi