BOLMONG POST,LOLAK – Menanggapi soal dualisme kepemimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat, yang kemudian berimbas pada KNPI Sulawesi Utara (Sulut) hingga ke Daerah dan Kabupaten Kota, membuat ketua DPD KNPI Bolmong Periode 2019 – 2022 Abdul Salam Bonde S.Hi,MAP angkat bicara. Menurutnya pemuda Bolmong tetap solid dan tidak terpengaruh dengan dualisme kepemimpinan di pusat. Justru DPD KNPI Bolmong mengajak pemuda Indonesia mari dewasa dalam berorganisasi, tempuh jalur konstitusional organisasi dalam menghadapi persoalan.
“Masa Kepengurusan DPD KNPI Bolmong dari 2019 hingga 2022 sesuai Surat Keputusan (SK) yang di keluarkan oleh DPD KNPI Sulut jauh sebelum pelaksanaan Kongres dan telah di akui oleh pemerintah daerah. Adapun muncul DPD KNPI Bolmong yang di karateker itu tidak sah karena secara konstitusi yang bisa di karateker adalah pengurus yang sudah habis masa kepengurusannya,” ujar Bonde pada sejumlah awak media belum lama ini.
Lebih lanjut Bonde juga menambahkan Kalaupun dalilnya adalah karena karateker DPD Sulut dari dua versi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI maka tugasnya bukan mengkarateker DPD KNPI Kab/Kota yang aktif, tapi menyelenggarakan Musda KNPI Sulut dengan mendahulukan rekonsiliasi di kalangan pemuda Sulut bukan dengan cara mengobok-obok pemuda sulut.
“DPD KNPI Bolmong menduga ada aktor intelektual yang sengaja membangun peta konflik yang karena tidak ada pekerjaan, gagal pada kompetisi dipusat akhirnya memanfaatkan momen konflik DPP KNPI dan membawanya di sulut, hingga ke Kab/Kota. Akhirnya bukan persatuan pemuda yang terbangun tapi konflik pemuda.
Untuk itu saya mengajak semua kader KNPI Bolmong tetap solid, rileks, satu komando dan tidak perlu terbawa dengan konflik yang sengaja diciptakan untuk menghancurkan Pemuda Bolmong,” jelasnya. (*)
BolmongPost | Cerdas Dalam Informasi BolmongPost Media Online Bolmong Raya Cerdas Dalam Informasi