Dinkes Bolmong Gelar Workshop Keselamatan Pasien

Dinkes Bolmong Gelar Workshop Keselamatan Pasien

BOLMONG POST, LOLAK -Sebagai bentuk upaya meningkatkan mutu pelayanan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) selama 2 (Dua) hari menggelar Workshop teknis keselamatan pasien, dan teknis pencegahan penyakit infeksi, juga untuk menuju akreditasi seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, dr Erman Paputungan, melalui Wiyono, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinkes Bolmong. Dengan mengatakan kegiatan workshop yang dilaksanakan di Hotel Sutanraja, Kotamobagu, itu dilakukan merupakan rangkaian dalam upaya mewujudkan pelayanan yang bermutu di masing-masing puskesmas.Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Selasa kemarin menggelar workhsop teknis keselamatan pasien dan manajemen resiko serta workshop teknis pencegahan penyakit infeksi guna menuju akreditas seluruh Puskesmas.

“Audit internal merupakan salah satu mekanisme untuk menilai kinerja puskesmas yang dilakukan oleh tim audit internal yang dibentuk oleh Kepala Puskesmas berdasarkan standar kriteria target yang ditetapkan. Sedangkan rapat tinjauan manajemen merupakan wahana untuk melaksanakan evaluasi terhadap sistem manajemen mutu. Tujuan dari kegiatan ini untuk monitoring dan penilaian kinerja yang dilakukan sebagai wujud akuntabiltas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Wiyono.

Lanjut Wiyono, Berbagai mekanisme monitoring dan penilaian kinerja kata, dapat dilakukan baik melalui supervisi, laporan capaian kinerja, audit, lokakarya mini bulanan, lokakarya mini triwulan, penilaian kinerja semester, dan penilaian kinerja tahunan.“Karenanya, kegiatan ini akan membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di puskesmas. Sehingga, mutu dan kinerja seluruh karyawan puskesmas dapat lebih meningkat,” tambah Wiyono.

Untuk itu, lanjut Wiyono, dirinya berharap dengan mengikuti workshop akan meningkatkan pengetahuan dan kualitas seluruh tim puskesmas dan tim pendamping dinkes dalam menerapkan ilmu atau materi yang didapat. Supaya permasalahan yang dihadapi bisa ditindaklanjuti dan diselesaikan.

“Fasilitas pelayanan kesehatan termasuk puskesmas, memiliki resiko terhadap pengunjungnya baik resiko pelayanan klinis, maupun resiko pelayanan kesehatan masyarakat lainnya,” tambahnya lagi.Lebih lanjut lagi dijelaskannya, Puskesmas tidak perlu takut dengan akreditasi, dan hal tersebut bukan untuk menambah beban, tetapi berguna untuk memperbaiki tata kelola yang kurang standar menjadi sesuai standar, meningkatkan mutu, mengurangi risiko bahaya, dan tentunya untuk memuaskan pelanggan.

“Untuk itu, diharapkan hasil Workshop memiliki dampak yang terukur, bukan hanya saat survey akreditasi, tetapi pasca akreditasi. Ada komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang lebih maksimal,” terangnya.(*)

Komentar Facebook

Komentar

Related posts